Venezuela, Negara dengan Harga BBM Termurah di Dunia (1)

Gonjang-ganjing kenaikan harga BBM di Indonesia makin terasa akhir-akhir ini. Yang paling terasa tentu saja kenaikan harga bahan pokok dengan segala macam turunannya. Harga BBM di Indonesia memang yang paling murah di Asia, namun tahukah anda bahwa Venezuela-lah pemegang rekor harga BBM termurah se-dunia. Harga BBM di Venezuela bahkan lebih murah dari air mineral gelas, yaitu sekitar 400 perak per liter.
Harga BBM naik

Berikut ini adalah negara-negara dengan subsidi BBM terbesar di dunia.

1. Iran
Iran menempati urutan teratas sebagai negara dengan dukungan subsidi terbesar dari pemerintah untuk konsumsi minyak dalam negeri. Pada tahun 2010, Iran menghabiskan US$80 miliar untuk subsidi agar rakyat mereka dapat menikmati bensin dengan harga murah. Agar tidak terlalu membebani keuangan negara, Iran telah menempuh beberapa cara untuk mengurangi subsidi bahan bakar minyak. Legislatif menyetujui langkah pemerintah untuk menaikkan harga BBM dengan kompensasi melalui pembayaran tunai kepada rakyat. Namun, sebagian orang mengkampanyekan bahwa program ini sia-sia dan mencerminkan ketidakadilan sosial.Harga BBM di Iran Rp.1026/liter
2. Arab Saudi
Di Arab harga satu galon bensin lebih murah dibandingkan dengan sebotol air karena mendapatkan subsidi yang besar dari pemerintah. Harga minyak yang sangat murah memicu konsumsi dari masyarakat secara besar-besaran. Konsumsi dengan volume besar digunakan untuk listrik, di mana hal ini sudah mulai ditinggalkan oleh negara lain. Arab Saudi menjual listrik kurang dari sepertiga harga internasional. Konsumsi listrik meningkat drastis saat bulan-bulan musim panas dimana suhu dapat mencapai 49 derajat Celcius. Harga BBM di Arab Saudi Rp.1119/liter
3. Rusia
Badan Energi International atau (IEA) mencatat bahwa biaya subsidi Rusia pada tahun 2010 sebesar US$39,3 miliar. Sekitar 60 persen gas alam yang dihasilkan, dijual dengan harga murah karena disubsidi pemerintah. Konsumen utamanya para pebisnis Rusia, swasta, dan sistem pemanas yang tidak efisien. Pemerintah Rusia tahun 2006 berencana untuk mereformasi sistem subsidi dan mencapai paritas antara harga gas alam untuk dijual di dalam negeri dan bahan bakar untuk diekspor ke Eropa. Akibatnya, harga BBM meningkat, namun masih jauh dari kesetaraan.
4. India
Biasanya subsidi besar terhadap bahan bakar minyak terjadi di negara pengekspor minyak. Namun, tidak demikaian halnya dengan India sebagai negara importir minyak. India memiliki subsidi tertinggi di antara negara importir minyak lainnya yakni mencapai US$22 miliar pada tahun 2010. Seperempat dari 1,2 miliar penduduk India hidup di bawah garis kemiskinan. Namun, ironisnya subsidi bahan bakar minyak yang tinggi ini tidak dinikmati warga miskin malah cenderung dinikmati orang kaya.
5. China
Meskipun China dengan cepat mengembangkan energi terbarukan, namun belum mampu mengimbangi konsumsi energi batu bara yang memenuhi 80 persen dari energi nasional. China adalah salah satu dari sedikit negara yang mensubsidi batu bara hitam. Di mana konsumsi negara tersebut sama dengan konsumsi Amerika Serikat, Uni Eropa, dan Jepang jika digabungkan.